Point – Point isi video ceramah dari al walid al habib ali bin abdurrahman assegaf
Didalam satu kitab, ada ditulis satu peristiwa umar bin abdul aziz sedang mengiringi jenazah
begitu jamaah kembali syaidina umar menjauh dari jenazah (ini syaidina umar orang yang paling adil dan sholeh)
teman2nya berkata ya amirul mukmiminin ini kan jenazah kenapa ente menghindar dan menjauh dari jenazah, ente sebagai kepala negara ente lah pimpinannya kenapa ente tinggalkan?
kemudian dijawab oleh syaidina umar bin abdul aziz , betul saya menjauh dari jenazah karena aku mendegar ada biskian dari arah kubur (boleh itu terjadi)
bertanya apa kata suara yang berbisik itu? ya umar bin abdul aziz apa kau tak tanya dulu sama aku ini, apa yang pernah aku perbuat pada yang menjadi kecintaan banyak orang atau diri mu, dijawab olehnya iya saya mau dengar, kubur menjawab aku copoti itu 2 telapak tangganya dari kedua tangganya, hasta sampai sekurang bahu, dan dari dua pudaknya, aku cabuti2 pangakal pahanya dari pahanya dua2nya, aku cabut2in 2 pahanya dari dua lutunya, dua lutunya aku cabut dari 2 betisnya, 2 pangkal betisnya dari dua kakinya,
Syaidina umar bin abdul aziz pun menangis, dan menyampaikan beberapa bait semacam sair yang artinya kurang lebih :
hai orang yang sudah ada dalam kubur dahulunya engkau begitu senang dengan barang yang kau miliki, padahal barang itu akan binasa akan hancur
engkau disibukan dengan angan – angan, sebagaimana orang dalam mimpi tertipu dalam mimpinya karena mimpi yang enak – enak itu,
siang mu hai manusia yang tertipu dengan kenikmantan itu padahal itu hanya kelalain kelengahan,
malam mu itu penuh dengan tidur sepenuh malam padahal kematian itu pasti dan wajib kau alami,
engkau melakukan sesuatu yang pada ahkirnya engkau membenci dari pada apa yang engkau perbuat itu,
begitulah manusia hidup didunia ini seperti binatang kalo dia berbuat seperti itu.
musibah di crane itu diluar control dari tugasnya membangun di mekkah karena angin topan, itu suatu keberuntungan yang meninggal di masjidil harom, kita boleh bersedih tapi mereka yang kembali ke ramhatullah sedang berbahagia.
lebih jelas silakan di tonton videonya..