— ALLAH yang minta kita untuk senang saat maulid nabi muhammad saw —sekali-k…

20

[ad_1]
— ALLAH yang minta kita untuk senang saat maulid nabi muhammad saw —

sekali-kali maulid boleh yang suruh senang saat maulid siapa? kita disuruh senang saat maulid, ini nabi yang katakan
قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون (Surah Yunus,Ayat 58)

“dengan berkat karunia nya ALLAH dan berkat kasih sayang nya ALLAH, maka dengan demikian hendaknya umat islam bergembira”, apa ada karunia TUHAN untuk kita umat islam apa kah ada ramhat TUHAN yang lebih besar dari kelahiran nabi muhammad saw? tidak ada. dengan berkat karunia ALLAH kita jadi kenal ALLAH, sebab siapa yang perkenalkan kita pada ALLAH? junjungan nabi besar muhammad saw sehingga kita bisa ucapkan,

أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمد رسول الله

itu maskawinnya sorga, dengan berkat nabi muhammad saw, rahmat TUHAN, ALLAH sendiri yang katakan “alaiha nahya waalaiha namut wabiha nubasu insyaallah huta ala minal aminin” dengan berkat nabi muhammad rahmat Tuhan, ALLAH sendiri yang katakan

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ Surat Ali ‘Imran Ayat 164,

sunguh ALLAH telah berikan karunia, maknanya karunia kita ini semua jadi orang islam dapat karunia dari ALLAH karena ALLAH pernah kirim mengutus junjungan nabi besar muhammad saw, apanya saja dari nabi muhammad saw jadi kebaikan untuk kita, tidak ada yang sia-sia dalam memperingati maulid gimana mau sia-sia tidak ada mahluk yang lebih mulia keculai rasulullah tidak ada mahluk yang dicintai oleh ALLAH keculai rasulullah, pengarang kitab al hubbul khalid mengatakan “muhibbul mahbub mahbub” orang yang bisa mencintai kekasihnya ALLAH dia bakal dicintai ALLAH swt, karena itu memperingati maulid bukan sekedar kita siarkan tapi harus ada sasaran, supaya kita bisa mencintai nabi besar muhammad saw biar bisa mencintai, padahal kalo yang menjadi sasaran dalam peringati maulid nabi mumhammad saw karena ingin jumpa pada rasulullah.

contoh begini dalam satu kitab dikisahkan, ada satu orang datang pada rasulullah saw dia bilang begini ya rasulullah, aba saya rindu pada engkau ya rasulullah, kata nabi bawa dia kemari, kata orang itu tidak dia tidak bisa datang kemari karena dia sudah buta lagipula tua rentah juga rumahnya bukan dimadinah ya rasulullah rumahnya di syam(lebanon-palestina dan sekitarnya) kata rasulullah suruh abah mu itu banyak bersholawat pada ku, sampaikan itu cerita/pesan nabi di sampaikan pada abahnya, tak lama kemudian benar orang tua yang buta ini jumpa dengan rasulullah walapun dalam mimpi saja, apa yang dia lihat dia lapor pada anaknya bahwa ia telah jumpa dengan rasulullah, cerita itu kemudian menjadi satu tuntunan bagi orang yang mau bertemu dengan rasulullah, prof doktor al muhaddits al musnid almarhum al habib muhammad bin alwi bin abbas al maliki dalam kitabnya adhoriul muahmmadiayah beliau mencatat suatu hadits dari nabi besar muhammad beliau mencatatkan hadits ini “siapa orang yang bermimpi bertemu aku di waktu tidurnya maka ia dapat melihat aku pada waktu terjaga” nanti orang yang pernah mimpi bertemu dengan rasulullah akan melihat dalam keadan melek untung apa tidak?.

kalo shabat nabi dapat pangkat shabat karena beriman pada beliau dan jumpa beliau pada masih hidup, bagaimana kalo kita jumpa dengan rasulullah dalam keadan beriman dalam keadan terjaga naik tidak pangkat kita? naik maka kita jadikan peringatan maulid ini kita supaya tambah cinta kita pada rasulullah dan dengan begitu banyak juga kita baca shalwat kepada nabi muhammad saw untuk jadi pengati menjalankan tugasnya dakwah nabi kita muhammad saw begitu di katakan mari saya ajak kita semuanya yuk banyak – banyak bersholawat kepada nabi apabila banyak kita bersholwat pada nabi kita masuk keadalam manusia-manusia yang bahagia dialam dunia dan ahkirat.

dikutip dari ceramah dari Sayyidil Waalid AlHabib Ali bin Abdurahman bin Ahmad Assegaf

mari share dan subscribe official channel youtube Sayyidil Waalid AlHabib Ali bin Abdurahman bin Ahmad Assegaf

untuk mengurangi faham – faham yang merugikan umat klik http://tv.majelisalafaf.com


[ad_2]

Source

20 KOMENTAR

  1. آللّهُمَ صَلّ وَسَلّمْ عَلَى سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ …….اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين …Mohon Izin Share & Save Ya Habibana

  2. ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ .

  3. Yg dimaksud SURAH YUNUS AYAT 58 adalah nikmat ISLAM dan AL QURAN, bukan diperbolehkan merayakan maulid

    58. Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah[36] dan rahmat-Nya[37], hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan[38].”
    TAFSIR:
    [36] Yakni Islam.
    [37] Yaitu Al Qur’an. Ada pula yang mengartikan karunia dalam ayat tersebut dengan Al Qur’an, sedangkan rahmat maksudnya adalah agama dan keimanan, serta beribadah kepada Allah, mencintai-Nya dan mengenali-Nya.
    [38] Berupa perhiasan dunia dan kesenangannya. Berdasarkan ayat ini, maka nikmat Islam dan Al Qur’an merupakan nikmat paling besar. Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan bergembira dengan karunia dan rahmat-Nya karena yang demikian dapat melegakan jiwa, menyemangatkannya dan membantu untuk bersyukur, serta membuat senang dengan ilmu dan keimanan yang mendorong seseorang untuk terus menambahnya. Hal ini adalah gembira yang terpuji, berbeda dengan bergembira dengan syahwat dunia dan kesenangannya atau bergembira dengan kebatilan, maka yang demikian merupakan gembira yang tercela.

Komentar ditutup.